Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Ahlan wa sahlan wa marhaban. Selamat berkunjung di situs kami. Semoga antum mendapatkan banyak manfaat di dalamnya, dan semoga menjadi ajang silaturahmi dan media informasi yang berguna bagi kemanjuan dan kejayaan NU !

Membutuhkan Baju Batik NU ?

batik-nu

Bahan Katun ……. Rp. 55.000,- per potong
Bahan Primis ……Rp 80.000,- per potong

Baca selebihnya »

Sejarah PMII

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan salah satu elemen mahasiswa yang terus bercita-cita mewujudkan Indonesia ke depan menjadi lebih baik. PMII berdiri tanggal 17 April 1960 dengan latar belakang situasi politik tahun 1960-an yang mengharuskan mahasiswa turut andil dalam mewarnai kehidupan sosial politik di Indonesia. Pendirian PMII dimotori oleh kalangan muda NU (meskipun di kemudian hari dengan dicetuskannya Deklarasi Murnajati 14 Juli 1972, PMII menyatakan sikap independen dari lembaga NU). Di antara pendirinya adalah Mahbub Djunaidi dan Subhan ZE (seorang jurnalis sekaligus politikus legendaris).

Baca entri selengkapnya »

Logo-Logo Di Lingkungan NU

Inilah logo-logo resmi dilingkungan Nahdlatul Ulama:

MUI Sumut Haramkan Pre Weeding

Sudah menjadi tren saat ini para pasangan calon pengantin sebelum acara pernikahan berlangsung melaksanakan acara foto-foto  dengan berbagai pose, gaya, latar bahkan dengan tema tertentu yang dikenal dengan istilah  SESI PRE WEDDING. Foto-foto tersebut biasanya digunakan sebagai hiasan surat undangan atau keperluan lainnya.

Sebenarnya tentang membuat foto sebelum pernikahan sudah sejak dahulu biasa dilakukan oleh calon pengantin, setidaknya sudah sejak adanya alat memotret. Namun yang menjadi tren akhir-akhir ini adalah bahwa kedua calon mempelai yang jelas-jelas belum sah menjadi suami-istri sudah melakukan foto berdua dengan pose-pose yang di dalam agama Islam tidak diperbolehkan, seperti berangkulan, berciuman dan sejenisnya.

Baca selengkapnya……

Rois Syuriah PCINU Mesir Ditangkap dan Ditahan Militer Mesir

Kairo, NU Online (4/2/2011). Rois Syuriah PCINU Mesir K.H. Mukhlashon Jalaluddin, Lc ditangkap oleh pihak keamanan Mesir malam hari tadi. Pak Lason, begitu ia akrab disapa, bahkan sempat ditahan dan diinterogasi selama kurang lebih 5 jam di kantor kantor polisi Abbas el-Aqqad, Kairo.

“Kami menerima kabar langsung dari Pak Lason, jika beliau dan 3 orang WNI lain tadi malam sempat ditangkap dan ditahan oleh polisi dan militer Mesir,” kata Itho Atoillah, Sekjen PCINU Mesir, Jum’at (4/2), di kediaman Pak Lason di bilangan Rab’ah, Kairo.

Namun, lanjut Itho, Pak Lason dan 3 orang WNI tersebut sudah keluar tadi pagi. “Alhamdulillah beliau sudah keluar tadi pagi dan selamat, tidak ada apa-apa,” lanjut Itho.

Baca selengkapnya…..

Sejarah Singkat; Proses Kelahiran Nahdlatul Ulama

Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bi’dah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.

Sikapnya yang berbeda, kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu’tamar ‘Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.

Baca selengkapnya…..

Mengenal Silat NU “PAGAR NUSA”

Nama lengkap organisasi ini adalah Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama’ Pagar Nusa disingkat IPSNU Pagar Nusa. Sedangkan Pagar Nusa sendiri merupakan akronim dari Pagar NU dan Bangsa.
IPSNU Pagar Nusa adalah satu – satunya wadah yang sah bagi organisasi pancak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama’ berdasarkan keputusan Muktamar.
Organisasi ini berstatus lembaga milik Nahdlatul Ulama’ yang penyelenggaraan dan pertanggungjawabannya sama sebagaimana lembaga – lembaga NU lainnya.
Status resmi kelembagaan inilah yang menjadikan Pagar Nusa wajib dilestarikan dan dikembangkan oleh seluruh warga NU dengan mengecualikan pencak silat atau beladiri lainnya.
Segala kegiatan yang berhubungan dengan pencak silat dan beladiri dengan segenap aspeknya dari fisik sampai mental, dari pendidikan sampai sistem pengamanan dan lain – lain merupakan bidang garapan bagi lembaga ini.

Baca selengkapnya

Marhaban Ya Ramadlan, Marhaban Syahrusshiyam

Ramadlan adalah bulan agung dan mulia bagi umat Islam. Karena pada bulan ini Al-Quran diturunkan pertama kali, puasanya termasuk yang diwajibkan oleh Allah SWT, amal-amal dilipat gandakan dan lain sebagainya, bahkan pada bulan ini pula ada satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Sabda Nabi SAW:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (رواه احمد

Sesungguhnya telah datang Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan”. (HR. Ahmad).

Dalam Hadits lain dijelaskan bahwa:

“Siapa saja yang melakukan amalan sunnah akan dilipatgandakan pahalanya, bagaikan melakukan kewajiban, yang melakukan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan 70 (tujuh puluh) kali jika dibanding dengan amalan di luar Bulan Ramadhan, bahkan diamnya orang yang berpuasa pun, mendapatkan suatu pahala, sedang berdzikir dan beribadah akan lebih besar lagi pahalanya”.

Karena kemuliannya inilah Rasulullah SAW pernah bersabda:

.لو تعلم امتى ما فى رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان

”Jika ummatku mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pasti mereka berkeinginan supaya semua bulan dalam setahun terdiri dari Bulan Ramadhan seluruhnya”.

Oleh karena itu, mari sambut gembira dan suka cita kedatangan bulan Ramadlan tahun ini dengan cara:

Pertama, memantapkan keimanan dan keyakinan bahwa Puasa diwajibkan oleh Allah dengan tujuan agar kita menjadi orang yang bertaqwa, agar mendapat predikat mutaqin, suatu predikat yang sangat mulia di sisi Allah Swt. Oleh karena itu, jangan menjadikan kewajiban ini sebagai beban yang memberatkan, melainkan sebagai bentuk kemurahan dan kasih sayang Allah, untuk menaikkan derajat kita di sisi-Nya. Dengan demikian puasa ini akan terasa ringan. Firman Allah dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

Kedua, meningkatkan pemahaman dan penguasaan ilmu fiqih, khususnya fiqih puasa dan ibadah lain di bulan Ramadlan. Karena setiap amal yang diperintahkan pasti ada syarat, rukun, sunnah, makruh dan hal-hal yang membatalkannya. Pelajari kesemuanya itu sebagai langkah persiapan menyambut datangnya bulan Ramadlan, agar segala amal yang dapat menghidupkan bulan yang mulia ini, diterima dan mendapat ridlo Allah Swt. Firman-Nya dalam Al-Quran:

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (184

“(Puasa itu yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka Barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi Makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al-Baqarah: 184).

Ketiga, mempelajari ilmu tashawuf atau akhlak untuk mengetahui apa saja yang sebaiknya dilakukan dan apa saja yang harus dihindari oleh orang yang sedang berpuasa, agar puasanya tidak sia-sia. Sabda Nabi Saw:

كم من صائم ليس له من صيامه إلا الجوع والعطش

Berapa banyak orang yang berpuasa, tidak ada yang ia dapatkan selain lapar dan dahaga”

Dan sabdanya :

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلّهِ حَاجَةٌ فِى أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Siapa saja (selagi puasa) tidak meninggalkan kata-kata dusta dan melakukan berbuat tidak bermanfaat, maka tidak ada artinya disisi Allah, walau dia tidak makan atau minum”.(HR Bukhari)

Keempat, mempersiapkan fisik dan kesehatan agar ibadah puasa tidak menjadi bagi seorang Muslim untuk tetap beraktifitas positif dan produktif selama berpuasa.

Kelima, menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesungguhan hati dan ketetapan niat untuk menjalani ibadah puasa hanya semata-mata karena Allah SWT.  Karena keikhlasan dan kepasrahan inilah yang akan menentukan kualitas ibadah puasa seseorang. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Siapa pun yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan sepenuh iman dan kesungguhan, maka akan diampunkanlah dosa-dosa yang pernah dilakukan”. (HR. Bukhori Muslim)

Dengan demikian mudah-mudahan kita termasuk yang bersyukur dan senantiasa mendapatkan lindungan, ampunan dan ridla Allah SWT, sehingga benar-benar mendapatkan segala fasilitas yang telah Allah anugerahkan kepada kita dalam Ramadlan tahun ini  Amin.

KH. Abdurrahman Wahid Telah Wafat

NU Online. Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun, mantan presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau biasa dikenal Gus Dur telah meninggal dunia pada pukul 18.45 WIB.

Kepala tim dokter yang menangani Gus Dur dr Yusuf Misbah, mengatakan kondisi Gus Dur sebenarnya sempat membaik namun pada Rabu siang tadi, pukul 11 kembali memburuk karena penyakit komplikasi antara diabetes, ginjal, stroke dan jantung.

Pada pukul 18.15 kondisi gus dur dinyatakan kritis dan pada pukul 18.45 dinyatakan meninggal dunia. Mala mini juga, jenazah Gus Dur akan dibawa ke kediamannya di Ciganjur.

Adik Gus Dur, Gus Solah menyatakan sampai saat ini belum ada keputusan jenazah Mantan Ketua Umum PBNU ini akan dimakamkan dimana karena masih menunggu rapat keluarga, Namun, ada kemungkinan akan dimakamkan di Jombang, tanah kelahirannya. “Kami menunggu keputusan keluarga untuk dimakamkan di mana,” tuturnya.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa dan kesalahannya, menerima semua amal kebajikannya dan menempatkannya dalam kemuliaan di sisi-Nya. Amiin.

Peristiwa 10 November Buah dari Resolusi Jihad NU

Peristiwa bersejarah  heroisme arek-arek Surabaya dan santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat pada 10 November 1945 merupakan buah alias dampak dari dikeluarkannya ‘resolusi jihad’ atau seruan perang yang dicetuskan ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU).

Demikian dikemukakan oleh Rektor Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, Jawa Barat, Dr Nandang Najmulmunir, MS kepada NU Online di Bogor, Selasa (10/11).

Menurut Nandang Najmulmunir, peristiwa 10 November sangat bersejarah bagi RI, karena momen tersebut menjadi titik balik perjuangan bangsa Indonesia dalam memukul mundur tentara sekutu yang ingin menduduki kembali wilayah kedaulatan NKRI yang pada saat itu masih “seumur jagung.”

“Peristiwa 10 November terjadi berkat adanya keputusan resolusi jihad yang dikeluarkan NU. Peristiwa tersebut merupakan dampak langsung dari dikeluarkannya keputusan ulama NU,” papar pria yang menamatkan studi S1 – S3 di Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lebih lanjut Nandang mengemukakan, resolusi jihad dikeluarkan ulama NU pada 22 Oktober 1945. Keputusan tersebut ditempuh setelah ulama-ulama dan konsul NU dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Surabaya untuk menyikapi situasi politik terkait dengan masuknya kembali penjajah ke Indonesia yang baru merdeka.

Pertemuan yang berlangsung dari 21 Oktober tersebut memutuskan dua hal penting. Pertama bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 atas dasar Pancasila dan UUD 1945 adalah sah menurut ‘fikih’ alias hukum Islam. Kedua, karena itu, umat Islam diwajibkan mengangkat senjata (jihad) untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan.

“Resolusi jihad yang dikeluarkan NU telah menginspirasi segenap anak bangsa untuk berjuang mengangkat senjata guna mengusir penjajah yang hendak masuk kembali ke Indonesia,” tutur dia.

Kontribusi NU terhada peristiwa tersebut bukan hanya sebatas mengeluarkan resolusi jihad yang terbukti berhasil melecut semangat juang bangsa Indonesia, namun para ulama NU terjun secara langsung ke medan perang dengan memimpin perlawanan mengusir penjajah.

Dia menyampaikan, sebelum peristiwa 10 November melerus, Bung Tomo dan para pejuang NU di medan perang, terlebih dahulu meminta fatwa para ulama NU serta menunggu kedatangan mereka ke medan perang. Saat itu, dua ulama besar NU yang ditunggu para pejuang, yakni KH Wahid Hasyim dan KH Abbas Buntet.

“Setelah dua ulama tersebut datang, barulah terjadi perang,” tegas dia. (hir)

Sumber : http://www.nu.or.id/page.php

Gempa Bumi, Sebuah Peringatan Dari Allah SWT

Subhaanallaah, Maha Suci Allah atas segala Qudrah dan Iradah-Nya. Tentunya bukanlah sesuatu yang kebetulan apabila waktu terjadinya gempa bumi di Tasikmalaya, Padang dan Jambi yang menurut BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) terjadi pada jam 14.55, jam 17.16 dan jam 08.52, ketika dikaitkan dengan ayat-ayat Al-Quranul Karim ternyata memberikan makna yang sama yaitu merupakan “ayat-ayat bencana” sebagai peringatan Allah terhadap umat manusia yang tidak mau bersyukur dan mengingkari ayat-ayat Allah SWT. Bukan kebetulan, karena kejadian gempa bumi dan ayat-ayat Al-Quran, keduanya merupakan ketentuan dan kehendak Allah SWT.

Gempa bumi di Padang Sumatera Barat terjadi pada tanggal 30 September 2009 jam 17.16 dengan kekuatan 7,6 SR. (sumber: www.bmg.go.id/60gempa.bmkg?…)

Firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Isra (17) ayat 16 :

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”. (Baca selengkapnya)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.