TIGA SENDI AGAMA ISLAM

الحمد لله الذى انعم علينا بنعمة الايمان والاسلام . نعمةً جزيلةً على الدوام الى يوم مَرْجِعِ جميعِ الاَنام . واشهد انْ لا اله ا لاّ الله المَلِكُ القدّوس السلام . وأشهد انّ سيدنا محمّدا عبده ورسوله ذُوالمُعجِزة الدائمة الى اخرالا يّام . اللّهمّ صلّى وسلّم على عبدك ورسولك سيّدنا محمّد . وعلى اله وصحبه الذين جاهَدوا فى سبيل الله . بِسَيف المُجاهَدَةِ بالحكمة والكلام . (امّابعد) فياايهاالناس اتقُوااللهَ حقَّ تقاته. ولا تموتون الا وانتم مسلمون . وقال الله تعالى فى كتابه الكريم : اعوذ بالله من الشيطان الرجيم . لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ . وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ . وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ . وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا . وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ . أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (البقرة: 177)

Hadirin sidang Jum’at rahimakumullah

Pada suatu hari, ketika Rasulullah saw. sedang berkumpul dengan para shahabat, tiba-tiba datang seorang laki-laki yang kemudian duduk di hadapan Nabi Saw dengan menempelkan kedua lututnya pada lutut beliau, sedangkan kedua tangannya diletakkan di atas paha Nabi Saw. lalu laki-laki itu berkata: Wahai Muhammad beritahukanlah aku tentang Islam. Rasulullah Saw menjawab:

الإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَتُقِيمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِىَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلاً

Islam adalah engkau bersaksi tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan kamu haji ke Baitullah jika kamu telah mampu melaksanakannya.

Laki-laki itu berkata lagi: Beritahukan aku tentang iman. Rasulullah saw. menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Iman adalah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat dan qadar (ketentuan) Allah yang baik dan yang buruk.

Laki-laki itu berkata lagi: Beritahukan aku tentang Ihsan itu. Rasulullah saw. menjawab:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ

Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.

Demikianlah penggalan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sayidina Umar bin Khathab r.a.

Hadirin rahimakumullah

Islam adalah agama Allah Swt yang diturunkan melalui Nabi Muhammad Saw untuk seluruh umat manusia. Di dalamnya terdapat pedoman dan aturan hidup bagi manusia, demi mencapai kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa ada tiga sendi utama agama Islam yang harus dimiliki dan diamalkan oleh setiap muslim, yaitu Iman, Islam dan Ihsan. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan.

Walaupun demikian, dalam tataran keilmuan agar lebih mudah untuk mempelajari dan memahaminya, para ulama mengadakan pemisahan sehingga menjadi bagian ilmu tersendiri.

Perhatian khusus terhadap Iman memunculkan ilmu tauhid atau ilmu kalam, dan pengkajian terhadap Islam menghasilkan ilmu fiqih atau ilmu hukum Islam. Sedangkan perhatian terhadap dimensi Ihsan melahirkan ilmu tashawuf atau ilmu akhlaq.

Akan tetapi, meskipun telah menjadi bagian-bagian ilmu tersendiri, dalam tataran pengamalan kehidupan beragama, ketiganya itu harus diterapkan secara bersamaan dalam keseimbangan, tanpa melakukan pemisahan dan membeda-bedakan satu dari yang lainnya. Tidak boleh terlalu mementingkan aspek Iman dan mengesampingkan dimensi Islam dan Ihsan, atau sebaliknya.

Inilah yang dikandung maksud dalam firman Allah Swt dalam surat Al-Baqarah ayat 208:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Syekh Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa melalui ayat ini Allah memerintahkan hambanya yang beriman kepada-Nya dan membenarkan Rasul-Nya untuk mengamalkan seluruh sendi agama Islam dan syariatnya, melaksanakan seluruh perintah Allah dan meninggalkan seluruh larangan-Nya selama memiliki kemampuan untuk itu. Dan menurut sebagian ahli tafsir, kalimat “udhuluu fis silmi kaafah” artinya masuklah kamu sekalian ke dalam agama Islam secara menyeluruh, yakni mereka diperintahkan untuk mengamalkan seluruh cabang Iman dan syariat (hukum-hukum) Islam yang sangat banyak, selama mereka memiliki kemampuan. (Tafsir Ibnu Katsir, juz I hal. 565 dalam Al-Maktabah asy-Syamilah)

Ihwanul muslimin rahimakumullah

Misalnya dalam shalat, seorang mushalin harus meng-esakan Allah, disertai dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang wajib disembah, hanya karena Allah dia mendirikan shalat (dimensi Iman). Kemudian shalatnya itu harus memenuhi syarat dan rukunnya sesuai dengan yang dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah Saw (dimensi Islam), serta harus dilakukan dengan khusyu dan penuh penghayatan (dimensi Ihsan).

Demikian pula dalam muasyarah, dalam pergaulan hidup sehari-hari. Misalnya dalam bekerja, sebagai karyawan muslim hendaklah menerapkan ketiga sendi agama Islam ini dalam bekerja. Laksanakan seluruh pekerjaan dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas lillahi Ta’ala. Bukankah semua pekerjaan yang harus kita laksanakan itu, merupakan hasil kesepakatan dan kita telah menyanggupinya? Dan bukankah kesepakatan itu merupakan perjanjian yang wajib ditaati menurut hukum fiqih Islam?. Lalu kerjakan seluruh tugas dengan kualitas yang sebaik-baiknya, dalam pengawasan maupun tanpa pengawasan atasan. Karena kita yakin, sekalipun atasan kita tidak melihatnya, tapi Allah senantiasa melihat apa yang kita kerjakan (aspek Ishan). Kemudian ketika kita berhasil mencapai prestasi dalam bekerja, memeperoleh kedudukan tinggi dan upah yang besar, ingat ! bahwa itu bukan semata-mata hasil kerja keras kita, tetapi hakekatnya adalah anugerah dan pemberian Allah Swt, sehingga kita tidak berhak sombong dan membanggakan diri, karena hanya hak Allah-lah kesombongan dan membanggakan diri itu.(dimensi Iman).

Walhasil, dalam seluruh sendi hidup dan kehidupan ini, hendaklah menerapkan ketiga sendi Iman, Islam dan Ihsan itu secara seimbang dan komprehensif, agar kita memperoleh kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia ini dan di akhirat kelak. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim r.a. dalam kitab shahihnya, yang artinya:

Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.: Bahwa Seorang Badwi menawarkan diri kepada Rasulullah saw. dalam perjalanan untuk memegang tali kekang unta beliau. Kemudian orang itu berkata: Wahai Rasulullah atau Ya Muhammad, beritahukan kepadaku apa yang dapat mendekatkanku kepada surga dan menjauhkanku dari neraka. Nabi saw. tidak segera menjawab. Beliau memandang para sahabat, seraya bersabda: Ia benar-benar mendapat petunjuk. Kemudian beliau bertanya kepada orang tersebut: Apa yang engkau tanyakan? Orang itu pun mengulangi perkataannya. Lalu Nabi saw. bersabda: Engkau beribadah kepada Allah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan salat, menunaikan zakat dan menyambung tali persaudaraan. Sekarang, tinggalkanlah unta itu. (Shahih Muslim No.14).

Dalam riwayat dari Abu Hurairah r.a. ditambahkan: Ketika orang itu pergi, Nabi saw. bersabda: Barang siapa yang senang melihat seorang ahli surga, maka lihatlah orang ini. (Shahih Muslim No.16)

Hadirin sidang Jum’at rahimakumullah.

Sebagai akhir dari khutbah ini, marilah memohon kepada Allah Swt, semoga kita diberi oleh-Nya kekutan, kemampuan dan kemauan untuk terus menggali ilmu-ilmu Allah baik berupa ilmu tauhid, ilmu fiqih dan ilmu tashawuf atau akhlak, serta mengamalkannya dalam setiap sendi kehidupan kita sehari-hari secara menyeluruh dan seimbang. Amin ya Robbal alamin..

جَعَلَنا الله ُ واِيَّاكم من الفائزين الآمنين * واَدْخَلَنا واياكم فى زُمْرَة المُوَحِّدين * وقل رب اغفر وَارْحَمْ وانت خير الراحمين *

(Ir. Karyan Gunawan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: